Berikut Cara Memahami Bacaan dengan Mudah!

Berikut Cara Memahami Bacaan dengan Mudah! – Apakah Anda salah satu dari sekian pembaca buku yang frustasi karena tidak pernah bisa menuntaskan bacaan? Anda sering membeli buku dan berniat untuk membacanya di rumah. Namun, sesampainya di rumah, buku itu tergeletak begitu saja, bahkan pada ujungnya berdebu karena tidak pernah disentuh.

Berikut Cara Memahami Bacaan dengan Mudah!

chsourcebook – Apa yang menyebabkan Anda malas membaca buku yang sudah Anda beli?

Melansir aquariuslearning, “Setiap kali membaca, bukannya paham malah tambah bingung,” demikian jawab Anda. Berulang kali Anda baca paragraf atau kalimat yang tidak Anda pahami, tetapi semakin diulang, Anda malah semakin bingung! Kepala Anda jadi sakit karena terlalu ngotot berkonsentrasi. Akhrinya, Anda frustasi dan meninggalkan buku-buku yang sudah Anda beli.

Baca juga : Rekomendasi Buku Bacaan Ringan untuk Pemula

Jika memang demikian kenyataannya, jangan pesimis dan menyerah. Banyak jalan menuju Rhoma, demikian juga masih banyak jalan yang dapat Anda tempuh untuk dapat memahami bacaan.

Berikut ini, penulis akan sampaikan cara memahami bacaan dengan mudah sedemikian sehingga tidak membuang-buang waktu dan tidak membuat kepala Anda cekot-cekot.

Penulis berharap, dengan menerapkan cara ini, Anda mendapatkan pemahaman yang tinggi dari buku yang Anda baca dalam waktu yang singkat.

Lalu, apa sajakah cara itu?

Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda tempuh agar dapat memahami isi buku yang Anda baca.

1. Jadilah seperti mangkuk, bukan botol

Sulitnya berkonsentrasi saat membaca buku disebabkan pikiran Anda dipenuhi dengan keyakinan-keyakinan Anda yang bertentangan dengan isi bacaa. Hal ini membuat pikiran Anda tertutup terhadap informasi baru yang disampaikan oleh buku bacaan tersebut.

Dalam keadaan seperti ini, otak Anda dapat diibaratkan seperti sebuah botol. Botol merupakan wadah untuk menampung benda, yang dapat berupa cairan, pasta, gas, atau pun padat. Sebuah wadah disebut botol manakala wadah tersebut memiliki lubang yang kecil di mana benda-benda dimasukkan ke dalamnya melalui lubang itu.

Untuk memasukkan benda ke dalam sebuah botol diperlukan corong. Corong ini membantu agar benda yang Anda masukkan ke dalamnya tidak tumpah ke sana-ke mari. Corong pun tidak dapat membantu manakala benda yang Anda masukkan adalah benda padat. Apa yang bisa Anda lakukan adalah memaksanya masuk. Padahal, saat Anda memaksa benda padat masuk ke dalam botol, bisa jadi tangan Anda tergores benda tersebut atau tangan Anda sakit karena terlalu menekan benda tersebut.

Demikian juga halnya saat Anda memasukkan informasi ke dalam pikiran yang sempit. Informasi itu tidak dapat masuk dengan leluasa. Hal ini dikarenakan, ada benteng yang membatasi pikiran Anda dari informasi asing. Benteng ini akan mendorong keluar informasi yang Anda paksa masuk ke dalam otak Anda. Sebagai reaksinya, semakin Anda memaksa, semakin kuat benteng itu mendorong informasi keluar. Pada akhirnya, hal itulah yang membuat kepala Anda sakit.

Lalu, apa yang dapat Anda lakukan agar informasi dari buku yang Anda baca dapat masuk ke dalam otak? Anda harus menjadi seperti mangkuk. Mangkuk merupakan wadah dengan lubang besar di mana benda-benda dapat masuk melalui lubang itu. Memasukkan benda-benda ke dalam mangkuk sangatlah mudah, tidak perlu usaha besar apalagi memaksanya dengan mendorongnya.

Pikiran yang seperti mangkuk berarti pikiran yang terbuka. Pikiran yang terbuka adalah pikiran yang siap menerima segala informasi yang masuk ke dalamnya tanpa ada perlawanan dari keyakinan-keyakinan yang Anda miliki.

Nah, supaya benak Kamu terbuka, kesampingkan dahulu keyakinan- keyakinan Kamu. Bila Kamu yakin kalau Kamu tidak mempunyai kemampuan buat maju, kesampingkan dahulu keyakinan itu manalaka Kamu lagi membaca Buku yang di dalamnya ada data kalau tiap orang, tercantum Kamu berpotensi buat maju. Perkenankan data mengalir kencang ke dalam benak Kamu tanpa campur tangan keyakinan- keyakinan Kamu.

Disaat benak Kamu menentang isi pustaka, ingatkan beliau kalau Kamu wajib mengenali dahulu apa yang akan di informasikan oleh si pengarang melalui Buku itu. Disaat data telah masuk ke dalam otak, serta Disaat Kamu telah mengerti dengan artinya, kemudian Kamu bisa memprotesnya serta membandingkannya dengan kenyataan, pula dengan keyakinan- keyakinan Kamu.

2. Pastikan tujuan membaca buku

Disaat akan mengawali membaca Buku, pastikan terlebih dahulu tujuan yang mau Kamu peroleh. Apa yang butuh dicermati ialah, tujuan wajib khusus serta nyata. Perihal ini supaya Kamu ketahui bila wajib memesatkan pustaka, bila wajib melambatkan pustaka, serta pada bagian apa Kamu wajib mempunyai cermati besar serta Fokus penuh.

Percepat pustaka Disaat Kamu hingga pada penjelasan- penjelasan yang tidak cocok dengan tujuan Kamu. Kebalikannya, perlambat pustaka pada penjelasan- penjelasan yang seusai dengan tujuan Kamu. Bagikan atensi besar serta Fokus mendalam pada bagian itu.

Ilustrasi tujuan yang khusus serta nyata merupakan,“ Aku membaca Buku ini supaya mengenali strategi penjualan yang efisien alhasil bisa mempraktikkan strategi itu dalam menjual bahan- bahan industri aku.” Dalam ilustrasi itu, diandaikan Kamu akan membaca Buku bertemakan strategi penjualan.

Dengan mempunyai tujuan yang nyata, benak Kamu tidak bimbang melakukan kewajiban yang diserahkan kepadanya, ialah membaca Buku itu untuk mengenali strategi penjualan yang efisien.

3. Samakan kecekatan baca

Salah satu aspek yang melambatkan cara membaca ialah kecekatan baca yang senantiasa. Bentang waktu yang Kamu maanfaatkan Disaat membaca bagian yang telah Kamu tahu serupa dengan bentang waktu yang Kamu maanfaatkan Disaat membaca bagian yang belum Kamu tahu. Begitu pula, bentang waktu yang Kamu maanfaatkan Disaat membaca bagian- bagian yang tidak cocok dengan tujuan membaca Kamu serupa dengan bentang waktu yang Kamu maanfaatkan buat membaca bagian- bagian yang berarti, yang cocok dengan tujuan serta keinginan Kamu.

Sementara itu, bila dipikir kembali, untuk apa Kamu membaca data yang telah Kamu tahu dengan amat nyata? Untuk apa pula Kamu membaca data yang tidak cocok dengan tujuan Kamu? Cuma membuang- buang waktu bila Kamu lama membaca data yang telah amat sering di dengar di dalam ingatan Kamu. Lebih bagus, Kamu lekas beranjak ke bagian- bagian berikutnya yang berarti serta cocok dengan tujuan membaca Kamu.

Perihal ini tidak hanya mempercepat waktu baca pula menghindarkan benak Kamu dari kebimbangan sebab artikulasi melenceng dari tujuan awal yang telah Kamu tetapkan.

4. Membaca dari garis besar ke detail

Kekeliruan yang kerap terjalin Disaat membaca Buku ialah membaca perinci terlebih dahulu terkini memperoleh kesimpulan biasa hal isi Buku. Perihal ini dapat diibaratkan dengan memandang lukisan suatu persegi diawali dengan memandang bagian- bagian pembuat persegi itu.

Ternyata memandang wujud persegi, Kamu malah memperoleh 4 buah garis yang tidak mempunyai ikatan satu serupa lain. Kamu tidak mengenali arti dari garis- garis itu. Serta, Kamu juga kebimbangan mencari ikatan antara keempatnya.

Begitu perihalnya Disaat Kamu membaca Buku diawali dari perinci ke totalitas. Ternyata mengenali kesimpulan dari Buku yang Kamu baca, Kamu malah memperoleh data yang tidak berkaitan satu serupa lain.

Sementara itu, informasi- informasi itu hendak berarti apabila mereka silih berkaitan. Nah, Disaat Kamu kandas menciptakan ikatan antar- informasi ini, Kamu juga kegagalan serta menyangka kalau Buku yang Kamu baca memanglah berat dimengerti.

Hendak berlainan kejadiannya bila Kamu membaca Buku diawali dari totalitas mengarah perinci. Kamu gali dahulu tema yang diulas Buku itu. Tidak hanya itu, Kamu pula mencari ketahui terlebih dahulu tujuan dari penyusunan Buku itu, dan apa saja yang hendak dibahasnya.

Nah, sehabis mengenali tema yang diulas dan tujuan Buku, Kamu juga bisa membaca penjelasan- penjelasannya dengan cara perinci serta mengenali ikatan antara mereka( ikatan antara bagian satu dengan bagian yang lain). Ikatan antara satu bagian dengan bagian yang lain pasti saja tidak hendak pergi dari tema serta tujuan dari Buku itu. Jadi, Kamu bisa mengeliminir ikatan yang tidak cocok dengan tema serta tujuan dari Buku.

Membaca Buku dengan metode semacam ini contoh memandang lukisan persegi dari totalitas mengarah perinci. Kamu terlebih dahulu mencermati lukisan persegi yang utuh, terkini sehabis itu mencermati bagian- bagian pembentuknya( 4 buah garis). Serta, sebab telah mengenali cerminan besarnya, Kamu juga jadi mengerti ikatan antara keempat garis itu.

Lalu, gimana metode supaya Kamu bisa mengenali tujuan serta tema Buku saat sebelum membaca perinci isinya? Triknya ialah dengan membaca bungkus depan, bungkus balik, catatan isi, serta dilanjutkan dengan membaca tutur pengantar dari pengarang ataupun ayat kata pengantar. Tujuan ataupun kerangka balik penyusunan Buku umumnya terdapat di dalam tutur pengantar ataupun kata pengantar.

5. Membuat mindmap

Apakah Kamu telah memahami yang namanya mindmap? Mindmap ataupun denah benak merupakan desain yang melukiskan benak Kamu. Mindmap umumnya terdiri dari lukisan ataupun tutur kunci yang menggantikan benak yang jadi utama.

Buat mindmap sambil Kamu membaca Buku. Isi mindmap itu dengan informasi- informasi yang Kamu dapat dari Buku yang Kamu baca.

6. Membaca semacam main puzzle

Kekeliruan yang pula kerap dicoba Disaat membaca Buku ialah, Disaat menciptakan bagian yang susah dimengerti, Kamu mengulang- ulang membaca bagian itu. Ini contoh Kamu memandang sekeping puzzle yang berdiri seorang diri. Kamu tidak hendak mengenali arti dari sepeking puzzle itu sekalipun berulangkali berupaya memahaminya. Arti hendak timbul apabila puzzle itu dirangkai dengan puzzle- puzzle yang lain.

Benar semacam Disaat main puzzle, beranjaklah ke bagian selanjutnya apabila Kamu menciptakan bagian yang susah dimengerti. Agaknya, Kamu hendak menguasai arti dari bagian itu sehabis Kamu menghubungkannya/ merangkainya dengan bagian selanjutnya, ataupun agaknya uraian hal bagian itu terdapat di bagian berikutnya.

7. Tetapkan batasan waktu

Terakhir, tetapkan batasan waktu membaca Buku. Kerutinan kurang baik yang lazim ditemukan merupakan senantiasa menahan- nahan kegiatan. Disaat akan mandi, Kamu terbisa berkata dalam batin,“ Esok saja, ah. 5 menit lagi mandinya. Sedang pagi, sedang dingin.” Disaat membaca Buku, Kamu kerap memaksudkan dalam batin,“ Dilanjut esok bacanya. Sedang terdapat waktu ini.”