Buku Bacaan Adalah Teman Terbaik

Buku

Banyak dari kita tahu pentingnya membaca buku, tapi malas untuk melakukannya. Kita juga tahu peribahasa bahwa buku adalah jendela dunia, namun sekarang tergantikan dengan smartphone, meski kita juga bisa membaca buku dari layar ponsel itu. Minat baca buku di Indonesia cukup rendah, walau demikian buku tetap menjadi andalan di sekolah dan andalan untuk mencari hiburan. Dan setiap bulan pasti terbit buku-buku baru dengan berbagai tema.

Buku bacaan menjadi teman terbaik. Terlepas apakah kita membacanya karena terpaksa, ataupun membacanya dengan senang hati. Kadang kita mencari sebuah informasi melalui buku. Tapi kadang kita menjadikan buku sebagai teman duduk dan bersantai, tanpa ingin menambah informasi apapun. Meski mau tak mau, setiap buku pasti terdapat ilmu dan informasi.
Ada dua tipe bacaan yang bisa dibaca. Yang pertama adalah non fiksi. Non fiksi merujuk pada hal-hal yang terjadi di masyarakat. Kadang berisi opini, pendapat, ide, dan kajian dari penulis. Tak jarang kita bisa menemukan fakta-fakta yang ditunjukan dengan data dalam buku non fiksi. Bacaan jenis ini biasanya dipakai untuk menambah informasi. Kita akan dengan mudah menemukannya di rak-rak buku sekolah, kampus, dan tempat-tempat berlatar pendidikan lainnya.

Buku Bacaan Adalah Teman Terbaik

Buku non fiksi-lah yang terkadang juga menuai pro dan kontra. Karena merujuk pada hal-hal yang terjadi, terkait dengan fakta, maka penulis buku tersebut juga harus berhati-hati dalam menuangkan opininya. Tidak menuangkan gagasan dan opini mentah-mentah. Melainkan digodok terlebih dahulu sebelum disajikan untuk para pembacanya. Sementara itu, tipe kedua berjenis fiksi. Bacaan ini penuh dengan imajinasi. Ada alur cerita, ada tokoh-tokoh, ada masalah yang sengaja dikembangkan oleh penulis, dan kisah-kisah inilah yang menjadi peran penting dalam buku fiksi. Namun meski berisi tentang kisah-kisa imajinatif, tak jarang penulis akan memberikan pesan-pesan moral di dalamnya. Bahkan penulis juga bisa menyelipkan berbagai opininya. Tak heran jika bacaan fiksi pun bisa sangat informatif untuk dibaca.

Kenyataannya, buku fiksi jauh lebih mudah untuk diterbitkan asalkan ceritanya cukup menarik. Lain halnya dengan buku non fiksi, mereka kadang membutuhkan catatan kaki, membutuhkan data yang valid, sehingga opini penulis bisa lebih mudah untuk dipercaya. Dalam pembuatannya, buku non fiksi justru lebih mudah dibuat daripada buku fiksi. Mengapa demikian?
Jika anda ingin membuat sebuah buku non fiksi, anda hanya perlu menyusun bab-bab yang ingin anda bahas. Sementara untuk menulis buku fiksi, anda perlu mencari ide yang menarik untuk dijadikan kisah novelnya. Tak hanya ceritanya, anda juga harus bisa mengembangkan plot sekaligus menciptakan karakter yang kuat. Perjalanan dalam menulis pun jauh lebih panjang. Anda harus benar-benar menuangkan emosi ke dalam kisah fiksi yang anda tulis.

Tak hanya itu, anda juga harus mau untuk membuat survey, mengumpukan data yang cukup agar kisah anda seolah-olah nyata. Seorang penulis novel fiksi pun harus tahu seluk beluk satu kota, jika dia ingin membangun kisah fiksi di kota tersebut. Itu mengapa mereka dapat mengambil hati pembaca, karena mereka menulisnya juga dengan sepenuh hati.  Jika anda malas untuk membaca buku, bacalah tulian-tulisan yang lebih ringan dahulu. Seperti membaca artikel berita atau hiburan di internet. Dengan terbiasa membaca sedikit demi sedikit, anda akan lebih rileks saat harus membaca buku. Seperti jika orang membutuhkan informasi tentu dia akan mencari buka berita dan orang yang ingin mengetahui permainan slot tentu akan mencari buku panduan dari agen slot. Setelah anda sering membaca berbagai tulisan, dengan sendirinya anda akan mudah untuk menulis sebuah buku.