Pertimbangan untuk Melanjutkan Pendidikan ke S2 ataupun S3

Pertimbangan untuk Melanjutkan Pendidikan ke S2 ataupun S3

www.chsourcebook.comPertimbangan untuk Melanjutkan Pendidika ke S2 ataupun S3. Setelah lulus S1, orang biasanya memilih bekerja. Namun, ada dunia kerja yang memberikan penghargaan kepada karyawan untuk pendidikan tinggi. Meskipun pendidikan dapat diperoleh melalui jalur informal dan informal, banyak perusahaan lebih menghargai lulusan pendidikan formal. Oleh karena itu, banyak orang mempertimbangkan untuk menaikkan jenjang pendidikan di atas S1. Sebelum memutuskan untuk menerima pendidikan pascasarjana, harap pertimbangkan 4 hal berikut.

  1. Menentukan tujuan. 

Tujuan dasar dari menerima pendidikan pascasarjana adalah untuk menekuni bidang ilmu yang lebih dalam, yang nantinya berguna dalam dunia kerja di masa depan. Ini karena beberapa perusahaan dan institusi memberikan persyaratan akademik tertentu bagi para pencari kerja. Selain itu, beberapa jurusan membutuhkan jurusan di bidang tertentu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jadi, pahami apa tujuan Anda yang sebenarnya.

  1. Apa keuntungannya. 

Salah satu keuntungan menerima pendidikan pascasarjana adalah mengembangkan daya saing diri untuk dunia kerja. Dengan memperoleh gelar sarjana, Anda akan cenderung menghadapi persaingan untuk kemajuan di tempat kerja. Tidak hanya itu, gelar sarjana ibarat isyarat bahwa seseorang “menikah dengan sains”, apalagi untuk gelar PhD. Di sini, pendidikan pascasarjana Anda akan menjadikan Anda ahli di bidang tertentu.

  1. Konsekuensi Biaya. 

Namun, konsekuensi pertama yang mungkin Anda hadapi adalah biaya. Kalau mendapat beasiswa dari perusahaan, institusi pendidikan atau pemerintahan, itu bagus. Namun, Anda harus mempertimbangkan apakah akan memilih untuk membayar uang sekolah Anda sendiri. Selain itu, ada hasil kedua, yaitu waktu. Anda dapat mengorbankan waktu untuk menerima pendidikan, yang akan memengaruhi kehidupan kerja dan keluarga Anda.

Baca Juga: Ini Ketentuan Sekolah Bisa Dibuka Lagi di Era Pandemi

  1. Seberapa penting. 

Saat Anda membuat keputusan, itu realistis. Apakah ini penting? Memperoleh gelar sarjana bukan hanya sebuah gengsi, tetapi juga tanggung jawab bidang keilmuan. Perlu Anda ketahui juga bahwa beberapa perusahaan memprioritaskan pengalaman kerja di atas pendidikan. Belum lagi, beberapa perusahaan menganggap yang terbaik adalah menyekolahkan karyawannya berdasarkan kebutuhan perusahaan.

Bagi sebagian orang, melanjutkan untuk menerima pendidikan tingkat master mungkin sangat penting. Namun, tidak jarang mereka yang menganggap pendidikan S1 sudah memadai.

Pendidikan pascasarjana adalah hak setiap orang dan perlu dipertimbangkan dengan cermat. Karena jika tidak dipikir-pikir, tidak bisa dipungkiri bahwa Anda akan merasa berada di jalan yang salah di masa depan.

Tentu hal ini menjadi hal yang menyeramkan, karena selain menjadi barang yang mahal juga akan membuang waktu. Biasanya banyak orang yang beranggapan bahwa pilihan yang salah disebabkan oleh pengambilan keputusan yang tidak memadai dan informasi yang tidak memadai.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda harus memperhatikan pemilihan program pascasarjana. Jadi jangan khawatir, coba ini:

  1. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang masalah program pascasarjana

Ketika memutuskan untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana, yang perlu dilakukan hanyalah mendaftar universitas mana yang akan menjadi tempat studi.

Dalam hal ini, memiliki beberapa pilihan universitas juga sangat membantu, karena dapat membandingkan kelebihan dan kekurangan universitas. Pilihan masuk pendidikan tinggi di luar negeri tidak menjadi masalah.

Mengumpulkan informasi untuk memilih universitas paling baik dilakukan sebelumnya. Anda dapat memperoleh informasi dari situs web universitas sebagai tujuan.

Memahami sistem pembelajaran, fasilitasnya, dan informasi penting lainnya akan menjadi pertimbangan penting saat memilih program sarjana.

Selain mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang universitas, yang juga tidak kalah pentingnya adalah kondisi lingkungan kampus. Jika ada rencana seperti itu

Tidak ada salahnya menyewa rumah pada masa pendidikan dan mencari informasi mengenai biaya kamar dan kos yang akan dikeluarkan selama masa pendidikan.

Bila Anda mengetahui perkiraan biaya hidup, hal ini tentunya mendatangkan keuntungan tersendiri karena Anda bisa menyiapkan uang jajan terlebih dahulu.

  1. Melakukan kunjungan ke kampus.

Jika informasi yang didapat secara online kurang memuaskan, tidak ada masalah untuk langsung mengunjungi universitas terkait.

Melalui akses langsung, bahkan pertanyaan yang terus-menerus akan terjawab. Saat berkunjung, jangan ragu untuk bertanya kepada orang lain yang Anda temui.

Informasi yang tidak tersedia secara online patut ditanyakan. Misalnya tentang biaya sewa rumah atau kamar bulanan, rata-rata biaya makan harian, atau informasi penting lainnya.

  1. Hitunglah kesiapan biaya.

Membuat rencana keuangan adalah pilihan yang sangat cocok. Meski belum jelas universitas mana yang akan diterima, tidak ada salahnya membuat perencanaan keuangan.

Saat memulai pendidikan, biasanya membutuhkan banyak uang. Apalagi jika Anda memilih untuk menyewa rumah. Tentunya hal ini akan menambah biaya.

Oleh karena itu, akan sangat membantu untuk menyusun biaya yang diperlukan sebelum memulai pendidikan.

Tidak perlu terlalu detil, cukup uang yang banyak, seperti sewa, transportasi, perlengkapan kamar, dll.

  1. Menanyakan kepada alumni dan teman.

Tidak ada salahnya bertukar informasi dengan teman-teman yang ingin melanjutkan S2. Dengan saling berbagi informasi maka akan diperoleh informasi lain.

Jangan ragu untuk menanyakan informasi terbaru yang tersedia. Ada berbagai cara untuk mendapatkan informasi yang kurang, dan Anda akan bingung saat mendekati hari pendaftaran.

Selain bertanya kepada teman, penting juga untuk bertanya kepada alumni yang sedang menempuh pendidikan S2. Dengan begini, Anda akan memahami bagaimana proses belajar mengajar di tingkat pascasarjana berbeda yang tentunya berbeda dengan saat Anda mengikuti pendidikan S1.

Jangan pernah meremehkan waktu

Ketika Anda memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S2 Anda, Anda akan mempertimbangkan segalanya untuk diri Anda sendiri. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin.

Persiapkan dan pertimbangkan banyak hal sebelumnya untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu. Sebab, jika semuanya diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat, tidak menutup kemungkinan bahwa ada yang tertinggal atau hilang dapat menimbulkan kebingungan.

Sedangkan untuk melanjutkan jenjang ke S3 Yang Anda butuhkan adalah dosen yang ingin terus belajar atau mendapat kenaikan pangkat.

Beasiswa S3? Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini dan dapat belajar di dalam maupun luar negeri. Bagi sebagian orang terutama yang membutuhkan beasiswa dosen, melanjutkan studi S3 gratis adalah sebuah impian. Demi mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di dalam dan luar negeri, banyak dari mereka yang bersaing untuk mendapatkan hasil yang baik. Nah, berikut ini komentar beberapa beasiswa pendidikan, yang kamu bisa mencobanya.

Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Indonesia 2021

  1. Beasiswa Dosen Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN)

Beasiswa S3 diberikan oleh Administrasi Umum Perguruan Tinggi dan merupakan salah satu dari beberapa beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Beasiswa S3 dosen ini diperuntukkan bagi para guru dan tenaga pendidik perguruan tinggi di bawah binaan DIKTI yang memiliki minat dan motivasi yang kuat untuk melanjutkan studinya. Seperti namanya, saat Anda melamar beasiswa ini, Anda bisa memilih institusi pendidikan yang ada di Indonesia.

Beasiswa S3 ini adalah salah satu dari semua beasiswa yang mencakup semua kebutuhan Anda selama studi lanjutan. Nah, bagian pembiayaan sudah termasuk uang sekolah, biaya hidup atau sewa bulanan, akomodasi dan transportasi.

  1. Beasiswa Dosen Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN)

Serupa dengan beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri, beasiswa S3 ini juga diberikan oleh Administrasi Negara Pendidikan Tinggi. Nah, satu-satunya perbedaan adalah bahwa tujuan melanjutkan pembelajaran adalah sekolah.

Jika Anda menerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN), Anda dapat memilih institusi luar negeri yang sesuai dengan latar belakang studi Anda. Tentunya dalam proses seleksi tidak ada perbedaan antara BPPDN dan BPPLN, yang membedakan hanya beberapa persyaratan untuk kebutuhan lembaga asing.

Perlu Anda ingat juga bahwa semua beasiswa S3 yang ditawarkan oleh Administrasi Umum Perguruan Tinggi diperuntukkan bagi dosen dan pendidik yang ingin melanjutkan studinya. Oleh karena itu, jika Anda bukan salah satu dari keduanya, bisa dipastikan Anda tidak bisa melamar beasiswa S3 ini.

  1. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

Beasiswa Dosen Pendidikan Indonesia

Di Indonesia, selain BPPDN dan BPPLN, Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Indonesia atau disingkat BPI LPDP merupakan salah satu beasiswa S3 yang sangat dibutuhkan. Beasiswa yang diberikan oleh LPDP ini membawahi beberapa kementerian di Indonesia, salah satunya adalah Kementerian Keuangan.

BPI LPDP menawarkan banyak program, salah satunya Program Beasiswa PhD. Serupa dengan BPPDN dan BPPLN, BPI LPDP juga menyediakan program beasiswa dalam dan luar negeri. Nah, ada perbedaan halus dalam persyaratannya, salah satunya adalah nilai bahasa asing minimum.

Selain itu, dalam rapat seleksi terdapat sedikit perbedaan antara yang ingin melanjutkan studi di dalam negeri dengan yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. apa bedanya? Tentunya, Anda akan dibimbing untuk menggunakan bahasa Inggris selama wawancara dan diskusi.

Dari segi pendanaan, LPDP BPI juga hampir sama dengan beasiswa, seperti pemberian uang sekolah, biaya hidup atau biaya bulanan, biaya buku tahunan (diberikan sesuai masa studi / tahun), biaya penelitian, akomodasi dan transportasi. Besarnya dana yang diberikan menjadikan beasiswa S3 ini menjadi incaran bagi sebagian penerima beasiswa yang ingin melanjutkan studi.

  1. Australian Award.

Australian Award adalah salah satu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Australia untuk penelitian PhD luar negeri. Bagi yang berminat mengejar gelar PhD di Australia, tidak ada salahnya mencoba program beasiswa ini. Selain itu, program beasiswa dibuka setiap tahun, sehingga peluang Anda untuk mendaftar dan menerima beasiswa ini pasti akan semakin besar.

Program yang ditawarkan beasiswa Australia ini mencakup pendanaan untuk penelitian pascasarjana dan PhD, namun secara umum, beasiswa ini akan mengutamakan pelamar yang ingin melanjutkan studi S3!

Pendanaannya sedikit berbeda dengan beasiswa Indonesia. Australia Award memberikan 3 jenis pembiayaan, termasuk pembiayaan hanya untuk biaya sekolah, pembiayaan hanya untuk perumahan dan biaya hidup selama studi di Australia, atau pada akhirnya mencakup semua biaya dan biaya kuliah dan kebutuhan perumahan termasuk biaya hidup.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan beasiswa ini, disarankan agar Anda lebih berusaha dan tenaga ekstra. Kenapa? Karena penggemar beasiswa ini tidak sedikit. Oleh karena itu, mulai saat ini istilah-istilah tersebut diperlukan secara batch.

Oleh karena itu, syarat untuk melamar beasiswa doktor ini misalnya IPK minimal lebih tinggi dari 3, dan jika ingin melanjutkan studi doktor harus sudah bergelar magister terutama untuk pelamar PhD biasanya seorang dosen (dari akademisi) atau peneliti) atau pengambil keputusan pemerintah Indonesia.

Kondisi lain yang sama pentingnya dan mutlak diperlukan untuk mengajukan beasiswa adalah kemampuan bahasa asing (IELTS / TOEFL), skor standar skor IELTS yang biasanya diperlukan adalah 6. Untuk persyaratan lainnya seperti ijazah, KTP, transkrip dan transkrip lainnya juga diperlukan.Selama proses registrasi online anda hanya perlu mengupload dokumen.

  1. Beasiswa Penelitian Doktor Internasional Selandia Baru (NZIDRS)

Beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Selandia Baru ini dikhususkan untuk pelamar yang ingin melanjutkan penelitian doktoralnya di bidang atau rencana penelitian. Tahukah Anda, dana yang diberikan juga besar

NZ $ 25.000 atau sekitar Rp. Pembebasan pajak tahunan sebesar 221 juta dolar AS, ditambah biaya asuransi kesehatan tahunan sebesar 600 dolar Selandia Baru. Nah, bagi yang berminat melanjutkan program doktor berbasis riset, sangat disarankan agar Anda mendaftar program beasiswa ini.

Persyaratan untuk mengajukan beasiswa ini termasuk IPK akhir 3.7 (level 4.0 atau setara dengan level A / A +), LOA tanpa syarat (surat penerimaan), dan Anda harus belajar di universitas di Selandia Baru dan bukan penduduk asli Selandia Baru.

Penghargaan Fulbright diberikan kepada dosen Indonesia

Jika Anda ingin belajar di Amerika Serikat, Anda harus mencoba melamar beasiswa Fulbright. Beasiswa ini menawarkan banyak program beasiswa. Salah satunya bagi mereka yang menjadi dosen di perguruan tinggi di bawah naungan perguruan tinggi dan ingin melanjutkan studi. Anda dapat mendaftar ke universitas di Amerika Serikat, dan rencana studi mereka disesuaikan dengan minat dan latar belakang pembelajaran Anda.

Ini adalah kesempatan yang sangat terbuka bagi mereka yang ingin belajar matematika, ilmu sosial atau ilmu alam, teknik, seni, humaniora, dll. Nah, persyaratan tersebut hampir sama dengan persyaratan beasiswa lainnya, bedanya Anda harus bersedia bekerja di almamater minimal 5 tahun sebelum pensiun (setelah menyelesaikan program beasiswa untuk dosen Indonesia).

Tentang biaya kuliah S3.

Tentunya setiap perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia memiliki biaya kuliah doktor yang berbeda-beda. Apalagi jika Anda ingin menerima pendidikan semacam ini di kampus luar negeri. Berikut beberapa contohnya:

Universitas Indonesia

UI merupakan salah satu universitas tempat banyak siswa memilih pendidikan (termasuk PhD). Perlu diketahui bahwa jika ingin mendaftar di kampus ini, harus melampirkan surat rekomendasi dari dua profesor sains terkait.

Tentunya, biaya kuliah S3 di universitas negeri ini akan berbeda dengan jurusan yang Anda pelajari. Sebut saja UKT Fakultas Kedokteran 17,5 juta, SPP 25 juta; Fakultas Kedokteran Gigi, UKT 20 juta, SPP 40 juta; UKT Engineering College 15 juta, SPP 30 juta; UKT School of Business Economics 21-45 juta , biaya masuk 11-12 juta.

Universitas Bina Nusantara

Kampus yang bernama Binus ini telah menjadi universitas swasta yang populer dan menjadi tujuan banyak siswa untuk mengejar pendidikan pascasarjana. PTS menawarkan dua program doktor yaitu Doctor of Management Research (DRM) dan Doctor of Computer Science (DCS).

Biaya rencana DRM akan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, 38 juta di semester pertama, 33 juta di semester pertama, dan 22 juta di semester kedua. Kedua, semester pertama 25 juta 28 juta, dan semester kedua 12 juta.

Biasanya pendidikan ini berlangsung selama 3 sampai 7 tahun. Level ini dapat diselesaikan hanya dalam 6 semester. Sayangnya, ini tidak semulus runtime.

Penutup.

Di bagian pendahuluan telah ditunjukkan bahwa dosen adalah garda depan kemajuan Universitas Indonesia. Pemerintah juga menyediakan fasilitas beasiswa yang bisa Dipakai oleh dosen agar bisa melanjutkan studi di dalam dan luar negeri. Namun, ada beberapa halHal ini masih menghambat dosen untuk melanjutkan studi di dalam dan luar negeri. kesalahan satu-satunya hal adalah kurangnya informasi rinci tentang program yang disediakan Terletak di dekat universitas. Oleh karena itu, melalui artikel ini, semoga ada yang sedikit Gambaran umum sistem pembelajaran universitas sehingga mahasiswa calon dosen bisa Siap untuk penelitian lebih lanjut.