Contoh Resensi Buku Terlengkap & Terbaik 2021

Contoh Resensi Buku Terlengkap & Terbaik 2021 – Pada peluang kali ini aku hendak membagikan sebagian ilustrasi ulasan buku novel. Tetapi, kalian wajib menguasai terlebih dulu apa itu ulasan buku.

Contoh Resensi Buku Terlengkap & Terbaik 2021

chsourcebook – Ulasan buku merupakan suatu catatan yang bermuatan hal keterangan sesuatu buatan. Ulasan buku sendiri berawal dari bahasa latin, ialah recensere yang maksudnya menimbang, memandang kembali ataupun memperhitungkan. Bukan hanya novel saja yang dapat diresensikan, tetapi dapat berbentuk drama ataupun film.

Dikutip dari mautidur, Umumnya ulasan buku memiliki kekurangan, keunggulan serta data dari novel, film, ataupun roman yang akan di informasikan pada pembaca. Pengarang ulasan buku pula wajib bersumber pada observasi yang kritis, serta menimbang antara keunggulan serta kekurangan. Dalam menulis ulasan buku, kita pula wajib mencermati siapa penulisnya, sinopsisnya, serta data berarti yang lain.

Baca juga : Rekomendasi Buku Parenting yang Wajib Dibaca Orang Tua

Contoh Resensi Buku

1. Resensi Buku Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya

Identitas Buku

  • Kepala karangan Novel: Merasa Cerdas Bego Saja Tidak Punya
  • Pengarang: Rusdi Mathari
  • Pencetak: Novel Mojok
  • Tahun Keluar: 2016
  • Jumlah laman: 226 halaman

Sipnosis Buku

Novel ini berkisahkan mengenai peristiwa tiap hari Cak Dlahom di Desanya. Cak Dlahom ialah duda berumur yang nyeleneh, yang kerap ditertawakan masyarakat, serta nyatanya kerap dikira edan dengan masyarakat desa. Gimana tidak dikira edan lha wong Anjing serupa Kambing saja dipeluknya bergantian, tidur bugil diteras langgar betul ndak canggung, terlebih tawon nguber- nguber betul santai- santai wae rikane.

Novel ini membahas kepribadian yang berbagai macam, dari Mat Piti yang senang menolong, Cak Dlahom yang gila, Romlah yang jadi bunga dusun, Gus Mut yang senang mbeweh, Pak Lurah yang umumnya senang komen mengenai Cak Dlahom pula karakter- karakter yang lain.

Hidangan ceritanya juga lezat dibaca diselingi dengan humor- humor enteng serta fresh. Sebab itu, walaupun bermuatan petuah- petuah hidup yang memiliki angka religius, tetapi pembaca seolah dibawa buat menikmati narasi tanpa wajib merasa lagi diceramahi. Ditambah lagi narasi yang memfoto cerita hidup tiap hari orang lazim, berlatar balik warga dusun yang apa adanya.

Keunggulan Buku

  • Bahasa yang gampang dipahami
  • Kisah- kisah yang dihidangkan amat realita di kehidupan
  • Nasihat- nasihat yang diserahkan simpel, tetapi menusuk sekali bahasannya

Kekurangan Buku

  • Cover novel sangat sederhana

2. Contoh Rensensi buku Novel The Life Plan

Identitas Buku

  • Kepala karangan novel: The Life Plan: 700 Metode Simpel Buat Hidup Lebih Baik
  • Pengarang: Robert Ashton
  • Juru bahasa: Fransiskus Ransus
  • Pencetak: Erlangga
  • Tahun keluar: 2012
  • Edisi: V
  • Jumlah laman: 226 halaman

Sipnosis Buku

Tiap insan tentu mempunyai ambisi yang tidak sempat puas dalam penuhi keinginan hidup. Kenyataannya, tiap orang mempunyai keterbatasan buat menggapai tingkatan keutuhan yang karakternya relatif. Kesuksesan buat bisa menggapai tingkatan yang sempurna menginginkan sesuatu pergantian pola pikir yang energik.

Kebanyakan warga kehabisan asli diri sampai mereka tidak mengenali keunggulan tersembunyi yang mereka punya. Kondisi semacam ini wajib di prediksi dengan metode membuka jendela bumi, mencari rujukan sebesar bisa jadi, serta merancang era depan dengan cara matang.

Novel The Life Plan, yang ditulis oleh Robert Ashton menyuguhkan 700 metode yang dibagi atas 10 tahap kecil pada tiap subbabnya yang bermanfaat buat menyikapi pola pikir yang senantiasa bertahan pada alam nyaman. Novel pas untuk orang yang lagi mencari jadi diri. Pemakaian bahasa dalam novel ini gampang buat dimengerti semua golongan umur.

Keunggulan Buku

  • Novel yang pas buat jadi pustaka kita dalam membongkar kasus yang kerap kita temui dalam kehidupan sehari- hari
  • Bungkus dari novel ini didesain dengan warna hijau terang serta berbaur dengan kepala karangan yang ditulis dengan font dimensi besar, menghasilkan novel ini memiliki energi raih buat dibaca

Kekurangan Buku

  • Ada perkata dalam bahasa objektif yang sedikit susah dimengerti oleh siswa ditingkat menengah pertama

3. Contoh Resensi Buku Burung Burung Manyar

Identitas Buku

Kepala karangan novel: Burung Burung Manyar

Pengarang: Y. B. Mangunwijaya

Pencetak: Diterbitkan awal kali oleh Pencetak Djambatan, Jakarta, Agustus 1981. Berikutnya, novel ini hadapi pencetakan balik dengan cara antre, ialah edisi kedua pada Desember 1981, edisi ketiga Juni 1983, edisi keempat Maret 1986, edisi kelima Oktober 1988, edisi keenam Agustus 1993, edisi ketujuh Oktober 1996, edisi kedelapan Agustus 1999, edisi keenam simpati tahun 2010

Jumlah laman: 406 halaman

Sipnosis Buku

Bagian awal tahun 1934- 1944 saat sebelum era kebebasan Indonesia. Bagian awal novel ini menggambarkan era kecil Teto serta Atik, figur Penting novel ini. Teto, ataupun yang memiliki julukan asli Setadewa merupakan anak dari seseorang ningrat Jawa yang jadi seseorang Letnan KNIL, yang lahir dari kandungan seseorang wanita Belanda. Sedangkan Atik, Larasati, anak dari bunda yang sedang memiliki ikatan dengan area istana, serta seseorang papa dari orang, bukan generasi ningrat Jawa.

Pada bagian kedua novel ini, menggambarkan mengenai insiden yang terjalin di bentang tahun 1945- 1950. Dikisahkan gimana insiden sepanjang era kebebasan mengganti kehidupan Teto serta Atik dengan cara ekstrem, serta bertolak balik. Teto, yang meletakkan dendam pada Jepang, yang sudah merenggut keluarganya, setelah itu jadi angkatan KNIL, melawan republik yang bagi pemahamannya merupakan kawan Jepang. Sedangkan Atik yang berakal bagus, berdiri di pihak republik.

Keunggulan Buku

Novel dengan jumlah laman menggapai 400 lebih, pengarang sanggup menyuguhkan novel yang banyak buah pikiran. Sampai ayat terakhir, tidak tertebak akhir yang hendak diserahkan pengarang.

Kekurangan Buku

Ada sela waktu antara bagian kedua serta bagian ketiga. Walaupun dipaparkan sedikit pada bagian ketiga, tetapi tidak dipaparkan gimana kemajuan teto kecil jadi besar. Identitas Buku

Kepala karangan novel: Burung Burung Manyar

Pengarang: Y. B. Mangunwijaya

Pencetak: Diterbitkan awal kali oleh Pencetak Djambatan, Jakarta, Agustus 1981. Berikutnya, novel ini hadapi pencetakan balik dengan cara antre, ialah edisi kedua pada Desember 1981, edisi ketiga Juni 1983, edisi keempat Maret 1986, edisi kelima Oktober 1988, edisi keenam Agustus 1993, edisi ketujuh Oktober 1996, edisi kedelapan Agustus 1999, edisi keenam simpati tahun 2010

Jumlah laman: 406 halaman

Sipnosis Buku

Bagian awal tahun 1934- 1944 saat sebelum era kebebasan Indonesia. Bagian awal novel ini menggambarkan era kecil Teto serta Atik, figur Penting novel ini. Teto, ataupun yang memiliki julukan asli Setadewa merupakan anak dari seseorang ningrat Jawa yang jadi seseorang Letnan KNIL, yang lahir dari kandungan seseorang wanita Belanda. Sedangkan Atik, Larasati, anak dari bunda yang sedang memiliki ikatan dengan area istana, serta seseorang papa dari orang, bukan generasi ningrat Jawa.

Pada bagian kedua novel ini, menggambarkan mengenai insiden yang terjalin di bentang tahun 1945- 1950. Dikisahkan gimana insiden sepanjang era kebebasan mengganti kehidupan Teto serta Atik dengan cara ekstrem, serta bertolak balik. Teto, yang meletakkan dendam pada Jepang, yang sudah merenggut keluarganya, setelah itu jadi angkatan KNIL, melawan republik yang bagi pemahamannya merupakan kawan Jepang. Sedangkan Atik yang berakal bagus, berdiri di pihak republik.

Keunggulan Buku

Novel dengan jumlah laman menggapai 400 lebih, pengarang sanggup menyuguhkan novel yang banyak buah pikiran. Sampai ayat terakhir, tidak tertebak akhir yang hendak diserahkan pengarang.

Kekurangan Buku

Ada sela waktu antara bagian kedua serta bagian ketiga. Walaupun dipaparkan sedikit pada bagian ketiga, tetapi tidak dipaparkan gimana kemajuan teto kecil jadi besar.

4. Contoh Resensi Buku Madilog

Identitas Buku

Kepala karangan novel: Madilog

Pengarang: Tan Malaka

Pencetak: Pencetak Narasi

Tahun keluar: 2016

Jumlah laman: 568 halaman

Sipnosis Buku

Bangsa Indonesia memandang kalau apa yang terjalin di bumi ini dipengaruhi oleh daya bertuah di alam abnormal. Metode penglihatan ini, diucap oleh Tan Malaka selaku“ akal sehat mistika”. Akal sehat ini mematahkan sebab dibanding menanggulangi sendiri kasus yang dialami, lebih bagus menginginkan kekuatan- kekuatan abnormal itu sendiri. Sebab itu, mereka( warga Indonesia) melangsungkan jampi- jampi, sesajen, serta permintaan. Madilog muncul dalam usaha merevolusi paradigma itu. Madilog merupakan suatu akronim dari Materialisme, Dialektika, serta Akal sehat yang ialah titik utama novel ini.

Tan Malaka memandang perkembangan pemeluk orang wajib lewat 3 langkah: Dari“ akal sehat mistika” melalui“ metafisika” ke“ ilmu wawasan”( ilmu). Sepanjang bangsa Indonesia sedang terkungkung oleh“ akal sehat mistika” itu, tidak mungin beliau jadi bangsa yang merdeka serta maju. Madilog ialah jalur pergi dari“ akal sehat mistika” serta imbauan seseorang patriot asli untuk bangsanya buat pergi dari keterbelakangan serta ketertinggalan.

Keunggulan Buku

Novel ini mengajak pembaca pada revolusi paradigma berasumsi dari bentuk akal sehat mistika kearah pandangan memakai akal sehat, dialektika yang memajukan kerasionalan serta berdasar pada tata cara alamiah saat sebelum kesimpulannya hingga pada kesimpulan.

Kekurangan Buku

Style catatan serta sebagian kosakata dalam novel ini bisa jadi sedikit sulit di cerna untuk pembaca dikala ini. Perihal ini diakibatkan, keterbatasan rancangan catatan berbicara serta sebagian kosakata dari bahasa asing yang belum terdapat bandingan tuturnya di bahasa Indonesia.

5. Contoh Resensi Buku Generasi Langgas

Identitas Buku

Kepala karangan novel: Angkatan Langgas( Millenials Indonesia)

Pengarang: Yoris Sebastian, Dilla Amran& Youth Lab

Pencetak: Mengawali Media

Tahun keluar: 2016

Jumlah laman: 194 halaman

Sipnosis Buku

Novel ini menceritakan mengenai angkatan millenials di Indonesia. Mereka yang lahir tahun 1980 sampai 2000. Di tangan merekalah, determinasi apakah Indonesia hendak memperoleh tambahan demografi di tahun 2020 ataupun justru kebalikannya.

Angkatan millenials dapat dikatakan amat berlainan dengan generasi- generasi tadinya alhasil bagus di lingkup profesi ataupun di rumah, senang tidak gampang buat dimengerti. Tidak bingung apabila millenials kerap kali diberi tanda yang kurang bagus. Angkatan praktis? Angkatan copas? Angkatan tidak ingin sulit?

Novel ini membagikan pemikiran berlainan. Aku yakin kalau millenials ini dapat jadi angkatan terbaik yang sempat terdapat di Indonesia. Itu jika angkatan ini ingin mengutip gagasan positif dari bermacam pangkal, paling utama dari sahabat mereka yang bersama millenials pula.

Keunggulan Buku

  • Style penulisannya santun, gampang dimengerti, serta ringan
  • Ada banyak tutur dorongan yang amat berharga
  • Dilengkapi dengan contoh- contoh dari industri besar yang telah sukses
  • Cover­- nya istimewa serta menarik

Kekurangan Buku

  • Terdapat typo pada perkataan Young Maksimum, yang sepatutnya merupakan Young on Top
  • Sebab banyaknya sub- bab di novel ini bisa jadi membuat novel jadi tebal

6. Contoh Resensi Buku Interesting Person

Identistas Buku

Kepala karangan novel: Interesting Person

Cerpenis: Heri“ smile” Suchaeri

Pencetak: Real Books, Yogyakarta

Tahun keluar: 2015

Jumlah laman: 154 halaman

Sippnosis Buku

Ekspedisi hidup memanglah tidak bebas dari aral, sedemikian itu pula pemikiran orang lain kepada kita yang tidak selamanya bagus. Mereka legal buat berpikiran apa saja mengenai kita, serta kita juga janganlah sempat cemas hati hendak perihal itu. Namun itu butuh dicermati, kalau kita butuh hidup serasi dengan orang lain, paling utama mereka yang dekat dengan kita.

Jadi individu yang menarik tidaklah perihal yang susah. Serta buat menciptakan perihal itu tidak memerlukan durasi yang lama, cuma dengan durasi 1 menit saja buat dapat menciptakan perihal itu.

Cuma dengan sedikit aplaus hingga orang lain hendak takluk pada Kamu. Terdapat suatu pernyataan dari novel ini yang membuat terpikat,“ Buat menarik ketertarikan orang lain, hingga Kamu wajib terlebih dulu jadi individu yang menarik. Buat menarik orang

kokoh hingga Kamu wajib lebih dulu jadi orang yang kokoh. Jadilah wujud yang Kamu mau alhasil Kamu sanggup menarik orang lain yang Kamu mau– Jim Rohn”.

Baca juga : Review Buku Humandkind Yang Berjudul Sejarah Penuh Harapan

Keunggulan Buku

  • Menarangkan dengan perinci gimana jadi orang yang menarik serta dapat membaca benak orang lain
  • Novel ini dikemas dengan bahasa yang gampang dipahami serta cocok dengan EYD

Kekurangan Buku

Novel ini mempunyai covernya kurang menarik, gambar- gambar didalamnya juga bercorak hitam- putih alhasil terkesan konstan.